Tampilkan postingan dengan label Cilacap Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cilacap Barat. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 September 2013

Lalulintas Cipari - Sidareja Terganggu, Warga harap berhati - hati!!!

Berita Cilacap (30/9).  Hampir setiap proyek pembangunan yang berlokasi ditepi jalan raya selalu mengganggu arus lalulintas. Begitu juga yang terjadi di jalan raya Cipari-Sidareja yang sedikit terhambat akibat adanya proyek pembangunan saluran air yang dikerjakan oleh dinas binamarga kabupaten Cilacap. Proyek yang berlokasi tepat di perbatasan antara desa Serang dengan desa Cipari ini mulai direalisasikan 3 bulan yang lalu dengan dimulai dari proses pengerukan sungai dan peninggian tanggul sungai di sepanjang tepian jalan raya Cipari Sidareja.
Pada akhir bulan September ini proses pengerjaan sudah sampai tahap pemasangan pancang beton untuk memperkuat tanggul sungai yang berkali-kali bobol ini. Yang menyebebkan terganggunya lalulintas adalah adanya alat-alat berat untuk pengerjaan proyek tersebut dan adanya tiga titik di ruas jalan tersebut yang digali sampai setengah jalan.
“Sebenarnya terganggu, tapi untuk kelancaran air di masa-masa mendatang saya rasa tidak masalah”, ujar Nursidik (23) warga cipari yang diwawancarai saat melintas di lokasi proyek pembangunan tersebut. Sementara diwaktu yang berbeda, jaka, seorang sopir angkot trayek angkutan Sidareja-Cipari mengatakan bahwa adanya proyek ini jelas berefek pada kelancaran lalulintas yang terjadi dijalan ini. Jaka menambahkan lagi, “saya justru merasa senang jika saluran air ini diperbaiki, pasalnya tiap tahun, tiap musim hujan datang, daerah ini selalu kebagian banjir jadi saya dan teman-teman supir angkot tidak bisa melakukan aktifitas narik”.
Memang benar setiap tahunnya jalan ini selalu tergenangi air sampai setinggi paha orang dewasa akibat air sungai di tepi jalan tersebut meluap sampai ke jalan raya. (wwa).

Sebelumnya juga dilaporkan adanya kecelakaan yang dialami oleh seorang pengendara sepeda motor dari majenang yang hendak menuju sidareja. Dikarenakan kurangnya penerangan pada malam hari dan rambu-rambu perhatian dari Binamarga, pengendara tersebut menabrak drum aspal yang digunakan untuk menandai daerah galian. Untuk itu diharapkan bagi semua pengendara yang melintas di jalur ini diharapkan untuk berhati-hati serta mengurangi kecepatan.

Minggu, 29 September 2013

Buat Bendungan 8 Desa di Cilacap ditenggelamkan


Berita CILACAP,  Sebanyak delapan desa di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, bakal ditenggelamkan untuk dijadikan bendungan, kata Kepala Bidang Sumber Daya Air pada Dinas Bina Marga Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Cilacap, Syeful Hidayat.
"Berdasarkan informasi yang saya terima, proyek ini sudah tercantum dalam ’masterplan’ Percepatan dan Perluasan Pembangunan Infrastruktur Indonesia 2011-2025," kata Syeful Hidayat di Cilacap, Jumat (14/12/2012).
Rencananya, pengerjaan proyek yang akan memanfaatkan aliran Sungai Cijolang, itu dilaksanakan pada 2013-2018," katanya.
Dijelaskannya, pembangunan bendungan tersebut merupakan proyek pemerintah pusat dan akan didanai APBN secara "multiyears".
Berdasarkan hasil prastudi kelayakan, kata dia, delapan desa di Kecamatan Dayeuhluhur, Cilacap, bakal ditenggelamkan sebagai daerah genangan air bendungan, yakni Desa Dayeuhluhur, Matenggeng, Ciwalen, Bolang, Datar, Cijeruk, dan Bingkeng.
"Ada desa yang ditenggelamkan seluruhnya, ada juga yang hanya sebagian," kata dia menjelaskan.
Lebih lanjut dia mengatakan, pembangunan bendungan ini sebenarnya sudah lama direncanakan termasuk dengan mendatangkan konsultan dari Amerika Serikat guna melaksanakan survei, yakni pada 1969 dan 1989, namun pelaksanaan pembangunan fisiknya belum ada kepastian.
"Hingga akhirnya pada akhir tahun lalu, dilaksanakan prastudi kelayakan pembangunan bendungan dan diketahui jika debit air Sungai Cijolang dapat dibendung," katanya.
Menurut dia, dalam hasil prastudi kelayakan volume air bendungan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber irigasi bagi areal persawahan di wilayah barat Kabupaten Cilacap. Bahkan di saluran pembuangan, kata dia, dapat ditempatkan turbin pembangkit listrik berkapasitas 24,50 megawatt.
Ia mengatakan, bendungan yang bakal memiliki luas genangan air 1.970,59 hektare dengan kedalaman 200 meter ini tidak hanya menenggelamkan delapan desa di Kecamatan Dayeuhluhur, tetapi juga sejumlah desa di Kabupaten Kuningan dan Kota Banjar, Jawa Barat. Dengan demikian, lanjutnya, kapasitas air bendungan dapat mencapai 500 juta meter kubik.
"Tujuan utama utama pembangunan bendungan ini sebagai upaya mengendalikan banjir yang sering melanda wilayah Cilacap bagian barat, termasuk sebagai sumber air bagi masyarakat setempat saat musim kemarau," katanya.
Kendati demikian, Syaeful mengaku belum mengetahui secara pasti kapan bendungan tersebut akan dibangun karena berdasarkan rencana kerja diketahui bahwa sosialisasi dilaksanakan pada 2013, pembebasan tanah pada 2014, dan pembangunan fisik pada 2015.
"Kita masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat. Kalau proyek ini jadi dilaksanakan sesuai rencana, kita juga masih harus melakukan penandatangan naskah kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat," katanya